Surakarta – Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) mengadakan pelantikan pengurus pusat periode 2025-2029 yang dilanjutkan dengan pembahasan AD/ART dan program kerja pada tanggal 27-28 September 2024 di Hotel UNS Inn, Surakarta. Acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh ternama di bidang Teknologi Pendidikan dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat eksistensi dan etika profesi Teknologi Pendidikan di Indonesia.
Acara dibuka dengan pembekalan dari Prof. Dr. I Nyoman S. Degeng, M.Pd., Guru Besar Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dalam sesi pembukaan tersebut, Prof. Nyoman menyoroti pentingnya konsistensi dalam menggeluti bidang Teknologi Pembelajaran/Pendidikan. Beliau mengkritisi kondisi terkini di mana praktik-praktik teknologi pembelajaran sering kali kehilangan arah, bahkan banyak yang mengabaikan etika dan prinsip-prinsip dasar teknologi pendidikan. Beliau menekankan bahwa tidak ada strategi pembelajaran yang unggul untuk semua konteks, melainkan keunggulan suatu strategi bergantung pada kecocokannya dengan karakteristik konteks yang dihadapi.
Prof. Nyoman juga menyoroti urgensi pembentukan etika dalam profesi Teknologi Pendidikan. “Taman Teknologi Pendidikan yang dulunya penuh dengan inovasi kini mulai kering, dan bunga-bunganya mulai layu. Jika kita tidak segera menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dalam bidang ini, maka tidak lama lagi kita hanya akan menyaksikan lonceng kematian teknologi pendidikan berdentang,” jelasnya.
Pelantikan ini juga diikuti dengan pembahasan mengenai penyusunan divisi-divisi dalam kepengurusan IPTPI yang baru. Dengan terpilihnya Prof. Dr. Mustaji, M.Pd. sebagai Ketua Formatur IPTPI periode 2025-2029, harapannya IPTPI dapat membawa arah yang lebih jelas dan memastikan bahwa setiap anggota profesi mematuhi etika yang telah disepakati bersama. Divisi-divisi yang terbentuk seperti Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Pelatihan, Komunikasi dan Publikasi, Penelitian dan Pengembangan, serta Hukum dan Advokasi, akan bekerja sama untuk mengembangkan karakter Teknologi Pendidikan yang etis dan berintegritas.
Kegiatan ini diakhiri dengan musyawarah kerja sesi kedua, di mana para pengurus berdiskusi tentang program kerja intra dan inter divisi, kemudian menetapkan AD/ART dan program kerja IPTPI. Diharapkan IPTPI dapat menjadi wadah yang mampu menjaga dan menegakkan nilai-nilai etika profesi Teknologi Pendidikan, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang bermartabat dan bermanfaat bagi perkembangan pendidikan di Indonesia.
#S1TPUNS #TeknologiPendidikan #FKIPBagus #UNSBisa




