Surakarta, 6 Januari 2025 – Di era dimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendominasi lanskap pendidikan, Program Studi S1 Teknologi Pendidikan (S1TP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengambil peran strategis dalam menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan orisinalitas pemikiran manusia.
Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran International Guest Lecture bertajuk “AI & Academic Writing” yang diselenggarakan pada Selasa, 6 Januari 2026. Aula LPPM UNS yang menjadi lokasi acara tampak dipadati oleh ratusan peserta, mulai dari dosen hingga mahasiswa yang antusias mengikuti diskursus masa depan penulisan akademik ini.
Acara bergengsi ini merupakan hasil kolaborasi lintas jenjang yang diinisiasi oleh Prodi S1 Teknologi Pendidikan, bekerja sama dengan S2 Teknologi Pendidikan dan S3 Pendidikan Bahasa Indonesia.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FKIP UNS, Prof. Dr. paed. Nurma Yunita Indriyanti, M.Si., M.Sc. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif Prodi S1 TP yang terus aktif memperluas jejaring internasional.
Menghidupkan “Jiwa” dalam Tulisan Akademik
Sesi utama menghadirkan Dr. Raqib Chowdhury dari Monash University, Australia. Sebagai mitra strategis S1 Teknologi Pendidikan FKIP UNS, kehadiran Dr. Raqib mempertegas hubungan erat antara kedua institusi.
Dalam paparannya, Dr. Raqib memberikan perspektif segar yang menantang ketergantungan mahasiswa terhadap generative AI. Ia menekankan bahwa meskipun AI mampu menyusun kalimat dengan struktur sempurna, teknologi tersebut tidak memiliki “jiwa” dan keunikan pengalaman manusia.
“AI adalah alat bantu, bukan penulis utama. Tulisan akademik yang baik harus memiliki voice atau suara unik penulisnya. Kita harus mampu memberikan ‘nyawa’ pada tulisan kita, sebuah elemen subjektivitas terukur dan kedalaman analisis yang tidak bisa direplikasi oleh algoritma manapun,” tegas Dr. Raqib di hadapan mahasiswa TP yang hadir.
Perspektif ini sangat relevan bagi mahasiswa S1 Teknologi Pendidikan, mengingatkan bahwa kompetensi teknopedagogi tidak hanya soal menguasai alat (tools), tetapi juga mempertahankan esensi humanis dalam pendidikan.
Etika Akademik di Era Digital
Melengkapi perspektif internasional, Prof. Dr. Triyanto, S.H., M.Hum., Dosen S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP UNS, menyoroti sisi regulasi dan etika. Beliau membahas batasan-batasan etis penggunaan AI dalam Academic Writing.
Prof. Triyanto mengingatkan bahwa integritas akademik adalah harga mati. Mahasiswa diajak untuk memahami garis tipis antara penggunaan AI sebagai brainstorming partner dengan plagiarisme berbasis AI. “Sebagai calon teknolog pendidikan, Anda harus menjadi contoh bagaimana menggunakan teknologi secara etis, bukan sekadar praktis,” paparnya.
Diskusi Interaktif dan Antusiasme Mahasiswa
Sesi International Guest Lecture ini ditutup dengan sesi tanya jawab (Q&A) yang sangat interaktif. Mahasiswa S1 TP terlihat aktif melontarkan pertanyaan kritis mengenai masa depan publikasi ilmiah di tengah gempuran AI, serta bagaimana mempertahankan orisinalitas ide.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan wawasan global mahasiswa S1 Teknologi Pendidikan UNS, tetapi juga memperkuat posisi prodi sebagai pusat pengembangan teknologi pendidikan yang adaptif namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kemanusiaan dan etika akademik.
#TeknologiPendidikan #S2TPProduktif #S1TPJuara #FKIPBagus #UNSBisa







